Berkenaan dengan pemberitaan viskosa mengenai artikel yang berjudul “Turut Berdukacita atas Kematian BEM dan UKM” , presma ( Presiden Mahasiswa - red ) STT Tekstil, Husen Abdul Rohman menjawab isi berita yang bersangkutan.
Berikut kronologis yang dituturkan oleh presma :
Pada 11 Januari 2012 ada mahasiswa yang tidak bisa mengikuti ujian karena yang bersangkutan belum bayar uang KM, namun ternyata sudah bayar tapi belum terrekap. Akibatnya mahasiswa tersebut tidak bisa mengikuti ujian selama satu jam.Dari kejadian tersebut merupakan pemicu puncak yang berakibat pada penyegelan sc BEM pada 12 Januari 2012 .
Setelah insiden penyegelan sc BEM tersebut terjadi, presma langsung mengadakan pengumpulan formatur BEM untuk membicarakan kejadian ini, dan di tengah-tengah pembicaraan, pelaku atas nama perorangan wakil UKM datang bersama MPM untuk menjelaskan maksud penyegelan tersebut.
Di dalam selebaran yang di tempelkan di depan pintu sc BEM terdapat berbagai tulisan, berikut ini merupakan tulisan – tulisannya dan jawaban presma mengenai isi tulisan tersebut :
1. Turut berduka cita atas kematian BEM dan UKM
Presma menuturkan bahwa kata – kata seperti itu rasanya kurang tepat, karena selama 6 bulan kepengurusan, sudah dijalankan berbagai kegiatan, diantaranya pengecetan dan perapihan sc yang dilanjutkan dengan makan bersama setelahnya, open house, texfest, olahraga bersama pada hari sabtu yang diadakan oleh kemenkesling, advokasi mahasiswa yang terancam DO (drop out- red ), pengadvokasian uang kuliah, dan yang sudah berlangsung dalam waktu dekat ini adalah responsi untuk mempersiapkan UAS.
Sedangkan di luar kampus, BEM juga berkegiatan, diantaranya mengikuti munas ( musyawarah nasional - red) FLMPI, rakernas BEM sebandung raya, diskusi, dan yang lainnya.
Kegiatan UKM, berbagai UKM sudah melaksanakan training-training untuk mempersiapkan anggota barunya dalam memasuki UKM yang bersangkutan, seperti lensa kampus, viskosa, serat, dan beberapa yang lainnya. Ada juga UKM yang mengikuti kejuaraan dan pementasan seperti taekwondo, tot dan tjp. Jadi kurang tepat jika disebutkan bahwa BEM dan UKM dikatakan mati.
Presma juga menambahkan, “Solusi konkritnya, kita harus senantiasa melakukan peningkatan koordinasi, komunikasi, dan konsolidasi diantara organisasi yang ada”.
2. Mana sistem yang dijanjikan?
“ Sebenarnya BEM sudah merancang kebijakan bahwa setiap UKM ada badan pengawas khususnya, sehingga apabila ada UKM yang memiliki masalah, bisa berkonsultasi kepada yang bersangkutan, namun diakui bahwa sistem ini belum berjalan sebagaimana mestinya”, tuturnya.
Presma juga menyarankan bahwa komunikasi tidak harus dari atas ke bawah, tapi adakalanya bisa dari bawah ke atas.
3. Kesejahteraan UKM wacana belaka
Presma menuturkan, pendanaan UKM dijamin naik . Sebenarnya sudah ada perencanaan untuk lpj bersama, yang artinya setiap UKM melaporkan kebutuhannya secara serentak, sehingga disana bisa didapatkan data yang lengkap untuk pembagian uang KM yang proporsional, namun dalam kenyataannya, tidak semua UKM bisa melaksanakan lpj secara serentak karena ada satu dan lain hal. Berkenaan demikian, ke depannya akan dibangun pertemuan antara BEM dan UKM untuk membenahi komunikasi yang mandet.
4. Tanggung jawab terhadap ucapan di kampanye anda
Berikut adalah tanggapan presma, “ Sebenarnya hal-hal pada saat kampanye dijabarkan dalam visi dan misi BEM sekarang selama kepengurusan satu periode, namun realisasinya belum semua bisa dijalankan, karena semua butuh proses”.
5. Jangan terlalu mengurusi urusan yang bukan tugas dan fungsi BEM.
Berawal dari struktur km STT Tekstil pada saat pembagian uang km status BJT ( Barang Jadi Tekstil –red ) belum bisa ditetapkan, sehingga ada pembahasan bersama antara perguruan tinggi, BEM, dan HMJ. Selain itu sebenarnya pemungutan uang KM merupakan tugas perti (perguruan tinggi - red ), namun karena ada pergantian kepengursan, uang KM dibayarkan kepada MPM, BEM dan HMJ karena ada surat tugas khusus.
6. Mana pelayanan terhadap mahasiswa kalau sekre bem selalu tertutup
Kondisi sekarang sedang ujian, lagipula kepengurusan satu semester sudah habis, dan kegiatan terakhir BEM adalah responsi. Dan kalau butuh informasi, bisa menghubungi nomer presma yang terpampang, namun pada saat kejadian nomer yang dipampang tidak ada karena sehari sebelumnya, sc BEM dibersihkan, dan nomer yang terpampang tercabut dan belum sempat ditempel kembali, namun sekarang sudah ditempel kembali dengan nomer yang bisa dihubungi lebih lengkap.
Itu adalah penjelasan yang diutarakan oleh presma, dan dari kejadian ini, presma berpendapat bahwa tindakan demikian ( penyegelan sc BEM-red ) tidaklah tepat walaupun tujuannya baik. Dan Pelaku sudah meminta maaf dan berjanji akan melakukan perminataan maaf pada publik secara tertulis.
Presma berharap bahwa Insiden semacam ini tidak perlu terjadi lagi dan ini harus menjadi hikmah bagi setiap elemen organisasi agar mengedepaankan persatuan, koordinisasi, dan berinovasi produktif kedepannya supaya keorganisasian tidak stagnan dan lebih baik lagi. Dan khususnya bagi mahasiswa yang memerlukan informasi lebih, bisa menghubungi nomer-nomer yang terpampang di sc BEM. Presiden dan jajaran sangat terbuka menerima saran, masukan, dan permintaan bantuan dari rekan-rekan mahasiswa.