Potensi Terpendam Serat Pisang Abaca
Inovasi Kap Lampu dari Kertas Serat Pisang Abaca
Penyempurnaan Oleh : Yogie Al-Muchtar Kimia Tekstil 2010
Serat pisang abaca merupakan salah satu serat alam yang sudah cukup banyak dikenal pemanfaatannya oleh berbagai bangsa di dunia untuk pembuatan bahan pakaian, kertas atau untuk pemanfaatan lainnya. Masyarakat Filipina, misalnya, sudah sejak lama memanfaatkan serat pisang abaca untuk pembuatan bahan pakaian nasional mereka, demikian juga dengan pemerintah Amerika Serikat sudah sejak lama memanfaatkan serat pisang abaca untuk pembuatan uang kertas dolarnya.
Semua itu dilakukan karena serat pisang abaca memang memiliki sejumlah keunggulan jika dibandingkan dengan jenis serat alam lainnya maupun dibandingkan serat sintetis. Salah satu keunggulan serat pisang abaca diantaranya adalah keuletan atau kekuatannya, tidak getas dan tidak mudah robek/putus. Serat pisang abaca juga memiliki tekstur yang sangat baik dan memiliki sifat mengkilat seperti memantulkan cahaya. Selain itu, sebagai serat alam yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, serat pisang abaca tentu saja merupakan sumber alam yang dapat diperbaharui (renewable) dan mudah dibudidayakan.
Di Indonesia sendiri belum begitu banyak pengusaha yang terjun dalam usaha budidaya pisang abaka maupun industri yang memanfaatkan serat pisang abaca sebagai bahan sandang maupun kertas. Padahal bahan baku serat pisang abaca banyak tersedia sehingga kontinuitas pasokannya terjamin. Selain itu, dibandingkan dengan serat alam lainnya, serat pisang abaca merupakan yang terbaik kualitasnya untuk pembuatan kertas. Serat pisang abaca juga memiliki tingkat keuletan dan kekuatan paling tinggi dibandingkan serat alam lainnya sehingga kertas yang dihasilkan pun tidak mudah robek.
Selain untuk pembuatan kap lampu, kertas dari serat pisang abaca juga bisa dimanfaatkan untuk sejumlah keperluan lain, seperti untuk membungkus box hiasan atau kado, untuk membuat kartu undangan dan lain-lain.
Pembuatan kap lampu dari serat pisang abaca cukup mudah. Pertama-tama batang pisang abaca yang sudah dikeringkan dipisahkan bagian seratnya dari bagian lainnya. Kemudian serat pisang abaca itu dicampur air dengan komposisi tertentu untuk selanjutnya dihancurkan menjadi bubur kertas atau pulp. Semua proses pembuatan pulp dari serat pisang abaca tersebut sama sekali tidak menggunakan bahan kimia, sehingga proses industri pulp dari serat pisang abaca sama sekali tidak menghasilkan limbah kimia yang berbahaya bagi lingkungan.
Sebagai contoh, dalam proses pembuatan pulp dari bahan serat kayu atau bahan serat alam lainnya biasanya ditambahkan bahan kimia berupa lem untuk saling merekatkan antara serat yang satu dengan serat lainnya. Namun pada proses pembuatan pulp dari serat pisang abaca tidak dibutuhkan penambahan bahan kimia yang berfungsi sebagai lem karena serat pisang abaca sendiri sudah mengandung sejenis bahan lem secara alami.
Pulp serat pisang abaca yang dihasilkan kemudian diproses menjadi kertas dengan cara dicetak dengan menggunakan cetakan tertentu dengan motif yang tertentu pula. Kertas dari serat pisang abaca yang telah kering akhirnya dikeluarkan dari cetakannya. Kertas serat pisang abaca yang sudah kering dan memiliki motif tertentu itu kini siap diproses lebih lanjut menjadi kap lampu yang indah dan cantik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar